Selasa, 18 November 2025

saint mary way





Halooo semuanyaa!!!

Pada kesempatan kali ini, aku ingin menceritakan pengalaman aku ketika mengikuti kegiatan Saint Mary Ways. Kegiatan ini merupakan sebuah proyek sekolah yang diadakan untuk siswa kelas 9 SMP Santa Maria. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar kami dapat meneladani nilai-nilai dan keteladanan dari Bunda Maria, terutama dalam hal kepedulian, ketulusan, serta pelayanan kepada sesama. Saat pertama kali mendengar bahwa kami akan mengikuti kegiatan ini, aku merasa sangat senang dan bersemangat. Aku tahu bahwa kegiatan ini pasti akan memberikan pengalaman baru yang berharga.

Dalam kegiatan ini, kami dibagi ke dalam kelompok berdasarkan gereja masing-masing. Aku berada satu kelompok dengan Nashya, Clo, Nathan, dan Rafael. Kami sepakat untuk melaksanakan kegiatan di gereja kami yaitu GPIB Maranatha, dan fokus utama kami adalah membantu dalam kegiatan sekolah minggu. Selain itu, beberapa kegiatan lain seperti doa lingkungan, koor, serta kunjungan ke panti wreda dan panti asuhan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatannya. Sejak awal, aku merasa kegiatan ini akan menjadi waktu yang baik untuk belajar, melayani, dan mempererat kerja sama dengan teman-temanku.

Pada hari pertama, kelompok kami mulai berdiskusi dan menyusun rencana kegiatan. Kami menentukan apa saja yang harus kami persiapkan, bagaimana pembagian tugasnya, serta kapan kegiatan tersebut akan dilakukan. Selain itu, kami juga membuat laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban yang harus diberikan kepada pihak sekolah dan gereja. Proses penyusunan laporan dan penyamaan jadwal ini cukup melelahkan, tetapi akhirnya kami berhasil menyelesaikannya dengan kerja sama yang baik.

Setelah semuanya jelas, kami mulai mengurus segala hal yang diperlukan di gereja. Kami juga mendata perlengkapan yang perlu dipersiapkan untuk kegiatan sekolah minggu. Setelah berdiskusi dengan kakak-kakak layan, kami menentukan jadwal kegiatan selama tiga minggu.





Minggu pertama adalah kegiatan inventaris. Pada kegiatan ini, aku dan teman-teman bekerja sama dengan kakak-kakak layan untuk membersihkan ruangan, menata barang-barang, serta mengelompokkan perlengkapan yang tercecer. Walaupun terkesan sederhana, kegiatan ini cukup menguras tenaga karena kami harus memastikan semuanya rapi, bersih, dan bisa digunakan dengan baik untuk kegiatan sekolah minggu.



Minggu kedua adalah kegiatan pelayanan sekolah minggu. Kegiatan ini dibagi ke dalam tiga kelas, yaitu kelas balita–batita, kelas kecil, dan kelas besar. Kami membantu kakak-kakak layan dalam mengajar, membimbing doa, mendampingi aktivitas, hingga membantu menjaga ketertiban adik-adik. Setiap kelas memiliki tantangan masing-masing, dan aku belajar banyak tentang bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak sesuai usia mereka.



Minggu ketiga menjadi puncak kegiatan kami. Kami kembali mengajar sekolah minggu, tetapi kali ini kami bertukar kelas agar bisa merasakan pengalaman baru. Aku mendapat kesempatan mengajar di kelas balita–batita. Pengalaman ini cukup melelahkan karena anak-anak di usia ini sangat aktif, mudah bosan, dan perlu pendekatan yang sangat sabar. Walaupun begitu, rasanya menyenangkan sekali melihat mereka tertawa, mau mengikuti kegiatan, dan merasa senang dengan kehadiran kami.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan pelayanan selesai, kami mulai menyusun modul presentasi menggunakan Canva. Kami membagi tugas, mengumpulkan dokumentasi, dan menulis laporan lengkap mengenai kegiatan yang sudah kami lakukan. Proses ini memakan waktu, tetapi dikerjakan dengan penuh kerja sama dan kekompakan.

Akhirnya tibalah hari presentasi. Aku dan teman-temanku merasa deg-degan, tetapi Puji Tuhan, presentasi kami berjalan dengan lancar dan sukses. Tidak ada kendala berarti dan guru-guru memberikan apresiasi atas kerja keras kami.

Sebagai kegiatan penutup, kami membuat sebuah poster bersama dan memasangnya di mading sekolah sebagai dokumentasi dan bentuk refleksi atas kegiatan yang sudah kami selesaikan.

Dari seluruh rangkaian kegiatan Saint Mary Ways ini, aku mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga. Aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli kepada sesama, dan lebih menghargai kerja sama dalam kelompok. Menghadapi anak-anak sekolah minggu juga membuatku memahami bahwa setiap orang, apalagi anak kecil, butuh pendekatan dengan cara yang penuh kasih.

Kegiatan ini juga membuat hubungan aku dan teman-temanku semakin kuat. Kami belajar memecahkan masalah bersama, saling menutupi kekurangan, dan bekerja tanpa saling menjatuhkan. Aku merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan pengalaman seperti ini. Jika diberi kesempatan, aku sangat ingin melakukan kegiatan seperti ini lagi.

Kegiatan Saint Mary Ways bukan hanya proyek sekolah biasa, tetapi perjalanan yang mengajarkan banyak nilai moral, empati, dan kebersamaan. Pengalaman ini akan selalu aku ingat sebagai salah satu momen paling berkesan dalam masa SMP-ku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar